Friday, March 9, 2012

Belajar Bersyukur dari Mereka

Malam ini..
Ayahku mengajak pergi ke salah satu mall di kota ini.
Kami membeli beberapa perlengkapan untuk kantor ayah..

Setelah semuanya selesai, ayah mengambil mobil di lapangan parkir sementara aku menunggu menjaga barang-barang, akhirnya kami keluar dari area mall itu. 

Saat itu, tepat jam 10 malam kami meluncur untuk kembali ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, dimana ayah memilih jalan melewati area pasar. 
Aku melihat seorang Ibu yang sedang duduk sendiri menjaga toko kasur nya yang masih buka, sementara toko yang lain sudah tutup. Toko yang begitu sederhana, terlihat ada beberapa tumpukan kasur.  Kalau dipikir siapa yang mau beli kasur di malam seperti ini bahkan di daerah pasar yang notabennya adalah daerah yang kurang aman.

Setelah melewati daerah itu, mobil ayah terus melaju..
Aku melihat seorang kakek tua yang masih mengayun becaknya membawa penumpang, 
entah itu penumpang yang terakhir atau masih ada penumpang-penumpang lainnya.

Ayah berhenti di pinggir jalan depan penjual "sekoteng".
Ayah mengajak untuk turun dan minum sebentar. 
Penjual ini begitu ramai dikunjungi pembeli, Ayah bercerita kalau tempat ini adalah salah satu tempat favoritnya, karena lebih enak dibandingkan tempat lainnya.
Kami duduk di salah satu tempat yang telah disediakan.
Sembari menunggu penjualnya menyiapkan sekoteng, aku hanya melihat-lihat sekitar.
Di samping gerobak penjual sekoteng, aku melihat ada gerobak penjual roti,
disampingnya aku melihat seorang Bapak yang sedang duduk melamun, 
Yah tak ada satu pun yang membeli roti Si Bapak.

Perjalanan malam ini sungguh berkesan..
Aku melihat beberapa sosok yang begitu istimewa, mereka berjuang tak kenal waktu, tentunya untuk menghidupkan keluarga mereka. Mereka yang apa adanya, mereka yang masih mencari nafkah ketika semua orang sudah tertidur lelap..
Aku yang selalu mengeluh, selalu minta banyak hal ke orang tua, terkadang memberontak ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi.. 
Di saat usiaku yang masih tergolong muda ini, aku sudah bisa merasakan banyak fasilitas orang tua, tidak perlu bersusah payah mencari uang karena orang tua masih memberikannya, yang bisa tidur nyenyak di malam hari di tempat yang nyaman..

Sungguh besar kasih Allah.. Betapa besar nikmat Mu Ya Rabb.. :'( 

Friday, January 13, 2012

Puisi Cinta (Ketika Cinta Bertasbih)

Cinta adalah kekuatan
yang mampu mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibbah..
Itulah Cintaa..

--Ayyatul Husna--


Sekalipun cinta telah kuuraikan
dan kujelaskan panjang lebar, 
namun jika cinta kudatangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri,
meskipun lidahku telah mampu menguraikan,
namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang,
sementara itu pena begitu tergesa-gesa menuliskannya..
kata-kata pecah berkeping-keping,
begitu sampai kepada cinta..
Dalam menguraikan cinta,
akal terbaring tak berdaya,
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur..
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..

--Anna Althafunnisa--

Saturday, December 24, 2011

Keajaiban Do'a Nadi 'Ali

Peristiwa ajaib dan luar biasa ..
Cerita ini didapat dari salah satu pemuka agama di Jakarta, Ust.Umar Shahab


Seorang Ibu pecinta ahlil bait (keluarga Nabi) pengamal do'a "Nadi Ali" dari cimahi Bandung,
Istri dari W.Muliawan, seorang buruh kasar dan jasa antar.
Pada malam jum'at 20 Muharram 1433 H, telah melahirkan seorang bayi yang kemudian diberi nama "Muhammad Hasan".

 .......... 


Hasil pemeriksaan dokter, bayi dalam kandungan sang Ibu,sunsang, sehingga tidak mungkin melahirkan dalam keadaan normal, melainkan harus dicaesar, kemudian dokter akan mengikat rahimnya untuk tidak hamil lagi.

Rumah sakit telah menunjuk seorang dokter untuk melakukan operasi persalinan yang direncanakan hari Jum'at. Allah berkehendak lain, bayi tersebut lahir dengan normal pada malam hari tersebut dengan dilayani seorang dokter misterius. 


Tidak seorang dokter di Rumah Sakit tersebut mengaku telah melayani persalinan bayi istimewa itu.
Yang lebih istimewa lagi, data register Ibu tersebut hilang dan tidak ditemukan di loket pendaftaran, 
akhirnya Rumah Sakit hanya mengenakan biaya pembersihan darah atas Pak WM Rp 90.000.

Wednesday, December 21, 2011

Ibu dapat menyayangi dengan sempurna.. walau ibu memang bukan sosok yang sempurna

Selamat hari ibu.. Untuk hari ini, dan setiap harinya :)

Friday, November 25, 2011

Oh Husein.. Oh Husein..

Oh Husein kau mengapa Oh Husein kau dimana
Oh Husein menderita Oh Husein teraniaya


Bersusah payah Rasul mengajarkan firman Allah
Bersusah payah Rasul memuliakan kaum lemah
Bersusah payah Rasul mengajarkan kebenaran
Bersusah payah Rasul menegakkan keadilan


Oh Husein kau mengapa Oh Husein kau dimana
Oh Husein menderita Oh husein teraniaya

Mungkinkah kah beragama bagi orang tak berbudi
Mungkinkah kah beragama bagi orang ingkar janji
Berbudikah mereka yang  membunuh putra Nabi
Bersikap tak peduli apakah tak ingkar janji

Oh Husein kau mengapa Oh Husein kau dimana
Oh Husein menderita Oh Husein teraniaya


Mengapa kau lupakan pembantaian di karbala
Mengapa kau abaikan putra rasul teraniaya
Apakah kau tak malu mengatakan beragama
Tangis Rasul pun tidak membuat engkau berduka

Oh Husein kau mengapa Oh Husein kau dimana
Oh Husein menderita Oh Husein teraniaya


Oh Husein putra Zahro penghulu pemuda syurga
Telah syahid di Karbala demi tegak agama
Oh Husein putra Zahro cucu Nabi yang tercinta
Saksi korban Karbala bagi umat manusia

Oh Husein kau mengapa Oh Husein kau dimana
Oh Husein menderita Oh Husein teraniaya

Imam Shadiq as mengatakan

"Dan orang yang lemah imannya dan lemah akalnya, lemah pula cobaannya" 

"Maka kini ku katakan dengan hati yang bergemeretakan;"

Ayyub - Ayyub dalam perahu, derita Ayyub ribuan samudera
Tapi Muhammad dan Husein di dalam rahasia "HU", tiada derita seperih karbala..

Juntai ikal Husayni.. seribu wangi kesturi
Perih sekali darah Karbala.. tiada duka seperih Karbala..

Jika Musa dikhianati kaumnya dengan Sapi Samiri
Keluarga Muhammad dibantai dan disembelih ummatnya..  


Jika Ibrahim harus menyembelih Ismail sendiri
Husein menggendong anaknya yang bayi dan ditombak di depan mata sendiri..

Jika Yusuf dimasukkan dalam sumur yang gelap
Kelurga Husein kehausan dalam padang Karbala..

Jika sembelihan Ibrahim diganti Tuhan dengan domba
Kurban kelurga Muhammad telah tetap Husein Syahid di Karbala..

Jika Nuh diselamatkan Tuhan dalam bahtera di Samudera
Maka Husein dibantai, darah keluarga Nabi pun mengucur  bak samudera..

Puisi Hari Asyuro Said Hasan Nasrulloh


Pakaian Rasulullah saaw Berlumuran Darah Cucunya

Di hari - hari seperti saat ini..
Daging-daging Rasulullah dianiaya
Hatinya luka, darahnya ditumpahkan, kehormatannya diinjak-injak
 
Di hari-hari seperti ini, pada tahun 61 H
Daging-daging Rasulullah menderita kehausan selama beberapa hari
Sedangkan air sungai furot boleh diminum oleh sejumlah anjing dan babi
 
Di hari-hari seperti ini..
Belahan jiwa Rasulullah dicabik-cabik, dihujani panah dan tombak
Dadanya diinjak oleh kaki-kaki kuda

Di hari-hari seperti ini..
Sorban dan jubah Rasulullah berlumuran darah cucunya
dan bercampur dengan pasir Karbala

Di hari-hari seperti ini..
Putri-putri Rasulullah kebingungan tak tahu arah tujuan
Mencari-cari pembela yang dapat menolong dan melindungi mereka

Namun mereka tidak menjumpai seorang pun penolong
Yang mereka dapati hanyalah cambuk-cambuk para pendera punggung-punggung mereka
Mereka hanya mendapati para pencuri, perampok dan pembunuh

Karena itu,sebagai bentuk kesetiaan kita kepada Rasulullah
Kecintaan dan ungkapan bela sungkawa kepada nya
Kita semua hadir untuk memperingati hari duka ini
Sambil mengenang kepedihan yang mereka rasakan, menangisi mereka
Kita berusaha mengungkapkan kesetiaan kita kepada Sang Rasul Mulia
yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya yang terang-benderang